Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati Hilir
Bali yang Aman, Wisata yang Tenang.
Deskripsi Proyek
Tukad Mati Hilir di Bali secara historis menjadi salah satu titik kritis banjir di Pulau Dewata, terutama di kawasan padat Denpasar dan sekitarnya. Pengendalian banjir di sungai ini berdampak langsung pada pariwisata, perekonomian, dan kualitas hidup masyarakat Bali.Minarta bersama Adhi Karya dalam KSO membangun Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati Hilir senilai Rp 183,8 Milyar atau USD 12,5 Juta selama 2017-2019 di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Lingkup pekerjaan mencakup normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan struktur pengendali aliran yang dirancang harmonis dengan lanskap budaya Bali.Penyelesaian proyek ini melindungi kawasan urban dan pariwisata Bali dari ancaman banjir musiman — dampak yang tidak hanya teknis tetapi juga ekonomi karena menyangkut industri pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Kemitraan Minarta-Adhi di Pulau Dewata memperluas jejak perusahaan ke salah satu destinasi paling ikonik di Indonesia.
Ruang Lingkup Proyek
Pembangunan prasarana pengendalian banjir di Sungai Tukad Mati
Manfaat Proyek
Mengurangi risiko banjir di kawasan padat dan wisata Bali, melindungi properti warga, dan menjaga kelangsungan sektor pariwisata.
Detail Proyek
- Status Proyek
- Selesai
- Tahun
- 2017
- Klien
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
- Kontraktor
- (Adhi – Minarta KSO)
- Lokasi
- Semarang, Central Java, Indonesia
- Bidang Layanan
- Infrastruktur Sumber Daya Air
- Nilai Kontrak (IDR)
- 183.8 Milyar
- Nilai Kontrak (USD)
- 12.5 Juta
Proyek dalam progres & penyelesaian.
Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati Hilir
Proyek lain yang serupa.
Punya proyek yang ingin dikerjakan?
Ceritakan lingkup proyek Anda — kami akan merespons dalam dua hari kerja.